Gara-gara HUT TNI, pengusaha kapal di Tanjung Perak rugi Rp 4 M

Gara-gara HUT TNI, pengusaha kapal di Tanjung Perak rugi Rp 4 M

Imbas dari perayaan HUT TNI ke 69, yang dipusatkan di pangkalan Koarmatim Surabaya, Jawa Timur, tidak hanya di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, yang ditutup sementara, tapi juga berdampak sistem perekonomian di Pelabuhan Tanjung Perak.

Di Bandara Internasional Juanda, beberapa pesawat mengalami penundaan pemberangkatan. Sebab, pesawat-pesawat TNI yang akan melakukan atraksi di atas udara Kota Surabaya, diberangkatkan dari bandara yang terletak di Sidoarjo tersebut.

Sementara di Pelabuhan Tanjung Perak, para pengusaha kapal mengaku merugi sekitar Rp 4,1 miliar. Sebab beberapa kapal penyeberangan maupun kapal barang, terpaksa dihentikan selama beberapa jam.

Ketua DPC INSA Surabaya, Stenven H Lasewengan mengatakan, sebenarnya dampak paling besar bukan di Tanjung Perak Surabaya, melainkan keterlambatan kapal dari Surabaya menuju Singapura yang menjadi persoalannya.

\\\"Akibatnya, para pengusaha kapal mengalami kerugian cukup besar. Selama penutupan di Pelabuhan Tanjung Perak, kerugian materinya ditaksir mencapai sekitar Rp 4,1 miliar,\\\" kata Steven, Selasa (7/10).

Dia melanjutkan, karena keterlambatan kapal, pihak Singapura tidak memberi toleransi bagi kapal-kapal barang yang terlambat. \\\"Di pelabuhan yang ada di Singapura, jika ada kapal yang terlambat membawa barang-barang, maka kapal transit tidak akan menunggu. Konsekuensinya, kapal-kapal dari Indonesia yang terlambat, harus menunggu waktu lagi,\\\" katanya lagi.

Meski perekonomian di Pelabuhan Tanjung Perak terganggu akibat perayaan HUT TNI ke 69 yang menampilkan atraksi ratusan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) milik TNI, para pengusaha mengaku tidak terlalu kecewa.

Sebab, meski merugi miliaran rupiah, HUT TNI yang digelar di Koarmatim Surabaya itu, memberi kesempatan bagi warga Kota Pahlawan untuk menyaksikan ketangkasan dan kehebatan Alutsista milik TNI.

\\\"Kita tetap memberi atensi dan cukup senang dengan itu (HUT TNI). Namun kita juga mengimbau, untuk ke depan, alangkah baiknya perayaan besar HUT TNI dilakukan di pelabuhan yang tidak memiliki aktivitas tinggi seperti di Pelabuhan Tanjung Perak yang menjadi nadi perekonomian di Jawa Timur, khususnya Surabaya,\\\" tandas dia ( 10 Oktober 2014 )

Share this post